Thursday, September 22, 2016

Sunday, September 11, 2016

[TRUE] DAFTAR ORANG INDONESIA YANG KAYA MENDADAK !!!

Darsem, namanya sempat menjadi pusat perhatian media saat dirinya sempat akan menerima hukuman pancung di Arab Saudi. TKW asal Subang tersebut didakwa membunuh saudara majikannya.

Darsem menuturkan bahwa perbuatannya itu terpaksa ia lakukan karena dalam upaya membela diri. Kemudian berita meluas dan publik sangat prihatin dengan nasib Darsem. Kemudian Darsem berhasil menerima sumbangan sebesar Rp 1,2 miliar dari masyarakat untuk proses pembebasannya.

Namun setelah ia dinyatakan bebas oleh Pengadilan Arab Saudi. Darsem berubah sikap 180 derajat. Bahkan saat beberapa media mencoba menanyakan prihal uang sumbangan yang ia terima, Darsem menjawab ”Memangnya kenapa kalau saya pakai uang (sumbangan) itu. Itu kan uang saya sekarang,” tegas darsem.

Darsem dikabarkan memborong perhiasan, membeli rumah, dan sawah. “Kalau beli perhiasan seperti ini kan biasa. Namanya perempuan, masak nggak boleh pakai perhiasan,” ucapnya

Selain perhiasan Darsem, benda-benda berharga milik Dawud seperti jam tangan Rolex dan HP merek Cross juga disebut-sebut dibeli dari uang sumbangan.

KEKAYAAN 100 MILYAR
[TRUE] DAFTAR ORANG INDONESIA YANG KAYA MENDADAK !!!
Kisah Jacky Noya dengan Naga dan Emas Pemberitaan tentang Jacky Noya di media infotainmen televisi berkisar tentang kisah suksesnya sebagai pengusaha tambang emas. Kisah sukses ini juga dikaitkan dengan penampakan seekor naga di langit yang sempat diabadikan Jacky Noya melalui kamera hapenya. Sejak saat itu, kehidupan Jacky Noya berubah drastis menjadi sosok kaya raya setelah menemukan tambang emas di Papua. Wajar jika sekarang, aksesoris yang dipakai Jacky Noya di taksir hingga miliaran rupiah, yang terdiri dari Jam tangan seharga 5 miliar, cincin, dan kalung emas seberat total 10 kg. Pokoknya kalau di total sekitar 100Miliyar yang menempel di tubuhnya jika di pakai semua perhiasannya


KEKAYAAN 1,5 TRILIUN
[TRUE] DAFTAR ORANG INDONESIA YANG KAYA MENDADAK !!!
Kepolisian Republik Indonesia kembali mendapat sorotan tajam publik. Betapa tidak, masih segar dalam ingatan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Djoko Susilo terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Irjen Djoko belakangan terungkap memiliki sederet rumah mewah, pom bensin, bus, mobil mewah, sawah dan berbagai aset kekayaan lainnya yang kini sudah disita oleh penyidik Komisi Pemberantasan Kosupsi.

Tak lama berselang, seorang bintara berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Labora Sitorus yang berdinas di Polres Raja Ampat, Papua kedapatan memiliki rekening fantastis yang nominalnya mencapai Rp900 miliar. Dalam lima tahun terakhir, PPATK juga mencatat adanya transaksi sebesar Rp1,5 triliun yang dilakukan Aiptu Labora.

Atas temuan ini Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan keterkaitan Labora pada kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penyelundupan kayu yang telah ditangani Polda Papua sejak Maret 2013.

Saat diperiksa, Labora mengaku memiliki usaha di bidang migas dan kayu. Namun, menurut dia bisnis itu legal. PT Rotua yang bergerak di bidang kayu dan PT Seno Adi Wijaya (SAW) yang bergerak di bidang migas dibeli oleh istri Labora tak lebih dari sepuluh tahun lalu.

Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.

Sehubungan dengan pengakuan di atas, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai, sangat tidak logis dan sulit dicerna oleh akal sehat, seorang bintara Polri memiliki rekening 'gendut' yang bahkan nominal kekayaannya bisa melebihi perwira tinggi selevel jenderal sekalipun.


KEKAYAAN 13 TRILIUN
[TRUE] DAFTAR ORANG INDONESIA YANG KAYA MENDADAK !!!

Alimin, terkejut bukan kepalang saat mengetahui dana tabungannnya di Bank Mandiri melonjak pesat menjadi Rp 13 triliun. Dan dia lebih terkejut lagi karena tak lama kemudian tabungannya justru menjadi minus Rp 9 triliun.

Alimin adalah petani sederhana di kota Pare-pare, Sulawesi Selatan. Tak hanya sederhana, dia juga gemar menabung. Sedikit demi sedikit, hasil kerja kerasnya disimpan di Bank Mandiri cabang Pare-pare.

Sekitar November 2008, Alimin mendatangi kantor Bank Mandiri cabang Pare-pare. Dia berniat meminta print out tabungannya untuk mengetahui data terbaru jumlah tabungannya. Jantung Alimin mendadak berdegup keras saat melihat deretan angka di buku tabungannya.

"Saldo tabungan saya tertulis Rp 13 triliun. Uang itu masuk pada tanggal 3 November 2008. Padahal tabungan saya hanya sekitar Rp 5 juta," ungkap Alimin kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/2/2010).

Wajar memang bila jantung Alimin mendadak berdegup keras. Bagi dirinya yang cuma seorang petani, jumlah uang sebanyak itu di tabungannya adalah sangat tidak masuk di akal. Dia senang, bercampur bingung. Batinnya bertanya-tanya dari mana uang sebanyak itu? Bagaimana bisa dia kaya mendadak? Ini kenyataan atau cuma mimpi?

Semua pertanyaan itu berkecamuk di benak pria berusia 43 tahun ini. Dia juga sempat bertanya ke anaknya, apakah mengirimkan uang ke dirinya sebanyak itu. Tentu saja sang anak menjawab dengan tegas, tidak!

Keterkejutan Alimin ternyata tidak sampai di situ. Tiga hari kemudian dia kembali ke kantor Bank Mandiri. Dia ingin memastikan apakah uang sebanyak itu benar-benar ada di rekeningnya. Tapi kenyataan sebaliknya yang dia dapat.

"Ternyata ada penarikan Rp 22 triliun. Jadi tabungan saya minus Rp 9 triliun," ungkap Alimin.

Menurut Alimin, saat itu dirinya langsung lemas. Kalau itu benar, bagaimana bisa dia membayar utang sedemikian besar. Sampai tujuh turunan keluarganya pun utang itu tidak akan lunas.

Alimin akhirnya meminta penjelasan dari pihak Bank Mandiri. Dia memperoleh jawaban, bahwa itu semata-mata persoalan teknis. Alimin diminta tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Dananya juga dijamin tidak hilang.

Lalu mengapa Alimin baru mengungkapkan kasusnya tersebut sekarang ini? Menurut Alimin, hal itu terkait dengan maraknya kasus rekening nasabah sejumlah bank yang bermasalah belakangan ini. Dia khawatir, apa yang dialaminya sekitar 1 tahun lalu lebih itu menjadi persoalan bagi dirinya.

"Memang selama ini tidak ada masalah dengan rekening saya. Saya juga tidak diminta membayar utang Rp 9 triliun. Saya cuma khawatir ada apa-apa nantinya. Saya ingin tahu dari mana uang itu, dan ke mana larinya, agar tidak jadi masalah di kemudian hari," ungkap Alimin.


source : detik..com, metro-news, dan masih banyak lagi


okehhh.. percaya kan OI (Orang Indonesia) KAYA-KAYA, hahahahahahihihihi

Translate

Statistik

Blog Archive

Popular Posts